Renungan di Kaki Lima

Cerita tadi malam di Januari 2017.

Sore hari itu saya jalan-jalan dengan pacar saya, nonton ke bioskop. Saya pusing waktu itu, tidak demam, mungkin darah rendah. Akhirnya setelah mengantar pacar saya pulang, saya memutuskan untuk makan ayam goreng di tempat langganan saya.

Sampailah saya ke tukang ayam goreng kaki lima, sekitaran Gegerkalong, Bandung. Saat itu jam 7 malam dan terakhir makan jam 12 siang, jadi kebetulan memang lapar pisan. Jadi saat itu saya pesan nasi uduk, ayam goreng, tahu dan tempe. beberapa saat kemudian saya memperhatikan orang di sebrang meja makan soto, sehingga saya juga tambah pesan soto babat. ‘Nyamm, enak bgt, pasti cepat sembuh’ saya pikir.

Kemudian semua makanan datang, dan saya makan dengan menu super komplit. Baru habis setengah, duduklah seorang bapak-bapak di sebelah kiri saya. perawakannya kurus, baju kedodoran dan celana panjang kain. Bapak ini (mari kita sebut Bapak X) kemudian berbicara dengan pemilik warung kaki 5 (mari kita sebut Bapak 5). Mereka mengobrol dalam Bahasa Jawa, sehingga saya ga mengerti seluruhnya.

Continue reading “Renungan di Kaki Lima”

‘1-year break’

Atau disebut juga ‘sabbatical year’. Adalah setahun tanpa kuliah atau bekerja, biasanya sebelum kuliah, setelah kuliah sebelum bekerja atau meliburkan diri selama setahun setelah bertahun-tahun bekerja.

Mungkin ga terlalu populer ya di Indonesia, tapi cukup populer di negara-negara berkembang. Saya bukan orang yang suka untuk bercermin atau mencontoh ke negara-negara barat mengenai cara hidup, tapi menurut saya ini adalah hal yang baik.

Coba kita lihat apa yang biasa terjadi pada orang-orang Indonesia pada umumnya. Lulus SMP sibuk daftar SMA, lulus SMA sibuk daftar kuliah, lulus kuliah sibuk cari kerja, cari kerja lagi, cari kerja lagi, coba kerjaan yang berbeda lagi, menemukan pekerjaan yang cocok, dan bekerja hingga pensiun. Tidak buruk, tapi ada yang kurang menurut saya.

Continue reading “‘1-year break’”