Malam 1 Mei

Ga pernah tau apa yang bakal kamu dapat dalam hidup.

Setahun lalu, bulan februari, aku begitu jumawa. Begitu yakin aku bisa dapet beasiswa. Begitu gagah melangkah keluar dari pekerjaan baikku, hanya bersenjatakan ego dan percaya diri.

Saat ini, aku disini. Jam 11 malam di apartemen sewaan. Memandang kosong ke arah gedung sebrang. 

Ada ibu2 di sebrang sedang memeriksa jemuran di beranda. Di lantai dasar beberapa remaja masih duduk mengobrol. Tapi kosong. Ramai, tapi sepi. Hampa.

Walau begitu, aku masih bisa melihat pemandangan terhebat menurutku. Lampu kota.

Lalu aku teringat apa yg kulalui selama setahun ke belakang. Aku yang gagah berani percara diri seperti pangeran, dihantamkan ke bumi hingga aku begitu kosong. Begitu hampa, begitu lemah di awal tahun ini.

Besok, aku akan masuk kerja lagi setelah long weekend. Melanjutkan tahap sebagai MT lagi. Bekerja di pabrik. Perusahaan yang maju dan kurang terkenal.

Aku tahun lalu melepas pekerjaan baik, untuk tujuan yang aku yakin lebih mulia. Sekarang, aku disini tanpa apapun, bekerja kembali. Jalan yang menurutku bukan yang terbaik untukku. Bukan yang kuinginkan.

Apa? Kenapa? Aku harus bagaimana? Keluh kesah dan ucap syukur atas keadaan sekarang selalu bergantian di benakku.

Tapi aku menulis karena aku percaya akan ada sesuatu yang luar biasa di depan. Aku menulis karena ingin mencatat sejarah ini sejak awal. Sejak sejarah tersebut bahkan belum dimulai.

Advertisements

Wawancara Consulting Firm

Beberapa hari lalu saya wawancara di salah satu perusahaan konsultasi terbesar di Indonesia untuk posisi magang selama 3 bulan. Perusahaan ini juga merupakan akuntan publik terbesar, untuk selanjutnya sebut saja Konsultan Air.

Tulisan ini saya share untuk wawancara user aja ya, soalnya menurut saya itu yang paling challenging. Banyak banget pertanyaan-pertanyaan yang saya pribadi tidak mempersiapkan, dan akhirnya mati kutu dan menjawab dengan metode sepik-sepik. Yakin gagal.

User dari Konsultan Air tersebut adalah seorang manager untuk Consulting – Technology, kurang lebih per-IT-an. Hasil kepo menunjukkan bahwa dia sarjana teknologi IT dengan IPK 3,94, langsung mulai bekerja sebagai associate consultant di Singapura selama 5 tahun (sampai jadi senior consultant, lanjut MBA di Perancis, kerja di perusahaan besar disana selama setahun, balik kesini kerja di Konsultan Air sebagai manager. UWOW!

Wawancara pake Bahasa Inggris dan Bahasa Inggris beliau sangat fasih. Lancar tanpa tersendat layaknya 8 jam setelah minum pencahar. Wawancara secara umum dibagi jadi 3 bagian yang berbeda-beda.

Continue reading “Wawancara Consulting Firm”

Renungan di Kaki Lima

Cerita tadi malam di Januari 2017.

Sore hari itu saya jalan-jalan dengan pacar saya, nonton ke bioskop. Saya pusing waktu itu, tidak demam, mungkin darah rendah. Akhirnya setelah mengantar pacar saya pulang, saya memutuskan untuk makan ayam goreng di tempat langganan saya.

Sampailah saya ke tukang ayam goreng kaki lima, sekitaran Gegerkalong, Bandung. Saat itu jam 7 malam dan terakhir makan jam 12 siang, jadi kebetulan memang lapar pisan. Jadi saat itu saya pesan nasi uduk, ayam goreng, tahu dan tempe. beberapa saat kemudian saya memperhatikan orang di sebrang meja makan soto, sehingga saya juga tambah pesan soto babat. ‘Nyamm, enak bgt, pasti cepat sembuh’ saya pikir.

Kemudian semua makanan datang, dan saya makan dengan menu super komplit. Baru habis setengah, duduklah seorang bapak-bapak di sebelah kiri saya. perawakannya kurus, baju kedodoran dan celana panjang kain. Bapak ini (mari kita sebut Bapak X) kemudian berbicara dengan pemilik warung kaki 5 (mari kita sebut Bapak 5). Mereka mengobrol dalam Bahasa Jawa, sehingga saya ga mengerti seluruhnya.

Continue reading “Renungan di Kaki Lima”

‘1-year break’

Atau disebut juga ‘sabbatical year’. Adalah setahun tanpa kuliah atau bekerja, biasanya sebelum kuliah, setelah kuliah sebelum bekerja atau meliburkan diri selama setahun setelah bertahun-tahun bekerja.

Mungkin ga terlalu populer ya di Indonesia, tapi cukup populer di negara-negara berkembang. Saya bukan orang yang suka untuk bercermin atau mencontoh ke negara-negara barat mengenai cara hidup, tapi menurut saya ini adalah hal yang baik.

Coba kita lihat apa yang biasa terjadi pada orang-orang Indonesia pada umumnya. Lulus SMP sibuk daftar SMA, lulus SMA sibuk daftar kuliah, lulus kuliah sibuk cari kerja, cari kerja lagi, cari kerja lagi, coba kerjaan yang berbeda lagi, menemukan pekerjaan yang cocok, dan bekerja hingga pensiun. Tidak buruk, tapi ada yang kurang menurut saya.

Continue reading “‘1-year break’”