Malam 1 Mei

Ga pernah tau apa yang bakal kamu dapat dalam hidup.

Setahun lalu, bulan februari, aku begitu jumawa. Begitu yakin aku bisa dapet beasiswa. Begitu gagah melangkah keluar dari pekerjaan baikku, hanya bersenjatakan ego dan percaya diri.

Saat ini, aku disini. Jam 11 malam di apartemen sewaan. Memandang kosong ke arah gedung sebrang. 

Ada ibu2 di sebrang sedang memeriksa jemuran di beranda. Di lantai dasar beberapa remaja masih duduk mengobrol. Tapi kosong. Ramai, tapi sepi. Hampa.

Walau begitu, aku masih bisa melihat pemandangan terhebat menurutku. Lampu kota.

Lalu aku teringat apa yg kulalui selama setahun ke belakang. Aku yang gagah berani percara diri seperti pangeran, dihantamkan ke bumi hingga aku begitu kosong. Begitu hampa, begitu lemah di awal tahun ini.

Besok, aku akan masuk kerja lagi setelah long weekend. Melanjutkan tahap sebagai MT lagi. Bekerja di pabrik. Perusahaan yang maju dan kurang terkenal.

Aku tahun lalu melepas pekerjaan baik, untuk tujuan yang aku yakin lebih mulia. Sekarang, aku disini tanpa apapun, bekerja kembali. Jalan yang menurutku bukan yang terbaik untukku. Bukan yang kuinginkan.

Apa? Kenapa? Aku harus bagaimana? Keluh kesah dan ucap syukur atas keadaan sekarang selalu bergantian di benakku.

Tapi aku menulis karena aku percaya akan ada sesuatu yang luar biasa di depan. Aku menulis karena ingin mencatat sejarah ini sejak awal. Sejak sejarah tersebut bahkan belum dimulai.

Advertisements

Author: pikirandom

Just a normal person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s