‘1-year break’

Atau disebut juga ‘sabbatical year’. Adalah setahun tanpa kuliah atau bekerja, biasanya sebelum kuliah, setelah kuliah sebelum bekerja atau meliburkan diri selama setahun setelah bertahun-tahun bekerja.

Mungkin ga terlalu populer ya di Indonesia, tapi cukup populer di negara-negara berkembang. Saya bukan orang yang suka untuk bercermin atau mencontoh ke negara-negara barat mengenai cara hidup, tapi menurut saya ini adalah hal yang baik.

Coba kita lihat apa yang biasa terjadi pada orang-orang Indonesia pada umumnya. Lulus SMP sibuk daftar SMA, lulus SMA sibuk daftar kuliah, lulus kuliah sibuk cari kerja, cari kerja lagi, cari kerja lagi, coba kerjaan yang berbeda lagi, menemukan pekerjaan yang cocok, dan bekerja hingga pensiun. Tidak buruk, tapi ada yang kurang menurut saya.

Banyak saya mendapati teman-teman saya yang ketika tingkat 3 bilang “ah gw nyesel kuliah di jurusan ini” atau “gw ga pernah tau ada kampus/jurusan kaya gitu, tau gitu dulu gw daftar kesana” atau ikut ujian saringan masuk kampus lain. Juga, banyak mendapati teman-teman saya yang sering berpindah-pindah kerja karena ternyata tidak suka dengan bidang pekerjaannya. Terus mencari hingga beberapa kali dan menghambat perkembangan karirnya.

Mungkin kita bisa coba alternatif metode lain, ‘1-year break’. Setelah SMA cobalah untuk mencari pengalaman selama setahun, juga untuk menemukan apa yang benar-benar diinginkan dalam hal kuliah dan pekerjaan kelak. Menurut saya, paling tepat dilakukan setelah SMA karena tuntutan tanggung jawab dan ekspektasi lingkungan kepada kita setelah kuliah jauh lebih tinggi dibandingkan setelah lulus SMA.

Beberapa hal yang saya rasa penting untuk dilakukan dalam jangka waktu setahun tersebut:

  • Bekerja paruh waktu. Kalau yang orang tua dan kerabatnya punya usaha, akan lebih mudah.
  • Berwirausaha. Mulailah dengan apapun yang disukai dan bisa dilakukan. Misalnya bermusik, membuat kerajinan, dll. Dengan bekerja dan berwirausaha kita akan mengetahui apa yang disukai dan tidak disukai, selain itu lebih menghargai rejeki yang diberika kepada kita. TAPI hati-hati keenakan cari uang dan lupa dengan melanjutkan kuliah.
  • Berkeliling Indonesia, mendekatkan diri kepada negri dan masyarakat. Kita akan tahu permasalahan yang benar-benar terjadi di masyarakat, banyak juga inspirasi-inspirasi yang didapatkan dengan cara bertukar pikiran dengan orang-orang dari berbagai daerah.
  • Kursus apapun, beragam hal. Kalau tidak suka tinggal jangan diteruskan, setidaknya kita tahu bahwa kita tidak suka. Namun ketika kita tahu apa yang kita suka, akan jauh lebih mudah untuk menghadapi kuliah, pekerjaan dan menata hidup masa depan

Saya yakin banyak pertentangan bila ide ini mulai direalisasikan, sebagian besar karena kita (terutama orangtua kita) tidak terbiasa dengan konsep ini.

Tapi, kenapa tidak?

Advertisements

Author: pikirandom

Just a normal person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s